Berikut langkah-langkah merawatnya :
Sepatu pun berhak mendapatkan perawatan secara “manusiawi”. Belum lagi karena pola pakai kita yang “memforsir” sepatu jadi tidak enak dipandang lagi karena dekil. Kadang malah karena begitu cintanya kita dengan si sepatu ini, hanya dalam hitungan bulan menjadi rusak atau jebol. Belum lagi sepatu yang sehari-hari kita pakai itu mengeluarkan aroma tidak sedap.
Jika sepatu kita terbuat dari bahan kulit , simpanlah sepatu di tempat yang kering dan tidak lembab, dan hindari menjemur sepatu di bawah terik matahari langsung. Angin-anginkan saja agar sepatu tidak lembab dan berjamur. Jangan mengelap sepatu kulit dengan menggunakan air ! gunakan bahan lembut untuk mengelapnya.
Untuk sepatu dari bahan suede sebenarnya hampir sama dengan bahan kulit tapi sepatu dari bahan ini dapt dibersihkan dengan cara menyikat akan tetapi memakai sikat khusus yang lembut atau juga dengan pembersih semprot khusus untuk bahan suede, misalnya leather cleaner buatan cololite. Setelah dibersihkan cukup diangin-anginkan saja dan biarkan sepatu dalam beberapa menit agar benar2 kering dan bisa di simpan di kotak sepatu yang diberi gel silica, tetapi gel ini harus di ganti dengan yang baru setiap 2 minggu sekali.
Khusus untuk sepatu berwarna putih, dapat di lap dengan menggunakan odol putih hingga merata agar kulit sepatu tidak pecah-pecah dan lebih awet.
Gunakan ganjalan dalam sepatu untuk menjaga bentuk , kita dapat membelinya di took sepatu atau di supermarket, kalau tidak punya kita bisa saja menggunakan potongan kertas Koran yang sudah kita bentuk sesuai dengan bentuk muka sepatu. Selamat mencoba yach Kak. . . . .
Cara Mencuci :
1. Hindari mencuci dengan menggunakan mesin cuci atau dicampur dengan pakaian lain.
Cucilah secara terpisah dan cukup direndam, jangan dikucek atau disikat, cukup direndam dengan
deterjen dan biarkan deterjen mencuci sendiri.
2. Apabila terdapat noda, bersihkan dengan deterjen / sabun yang lembut, bila tidak tersedia bisa
menggunakan sabun mandi atau shampoo. Jangan menggunakan pemutih pakaian.
3. Sebaiknya menggunakan air hangat untuk menjaga seratnya tetap halus.
4. Bila sudah di cuci, cukup diperas ringan dengan tangan lalu di anginkan, apabila aksesoris
menggunakan payet, sebaiknya tidak perlu diperas dan langsung dijemur.
5. Hindari di jemur langsung di bawah matahari, untuk menjaga warna mukena tetap cemerlang.
Catatan : Untuk tas & sajadah cukup direndam lalu dijemur, supaya busa tidak berkerut.
Cara Menyetrika Mukena :
1. Gunakan suhu rendah dan hindari kontak langsung dengan kain mukena, lapisi dengan kain / bahan
katun tipis diatas kain mukena. Pelapisan kain ini ditujukan untuk meminimalisasi kerusakan mukena
akibat suhu panas.
2. Untuk mukena berpayet atau berhias logam, setrika bagian dalam untuk menghindari kerusakan
aksesoris.
Cara Penyimpanan :
Bisa Kakak tambahkan serbuk pengering & pengawet yang dijual di toko untuk menjaga kelembaban dalam tas. Bisa juga Kakak tambahkan pengharum.
Perhatikan cara melipat mukena sehingga tidak terkesan menggelembung pada tas.