Arief Nur Wibawanto

Arief Nur Wibawanto


Youth Inspiration kali ini memilih menghabiskan waktunya hingga 11 tahun untuk study di Amerika serikat.  Setelah lulus SMP, Arief yang lahir di Yogyakarta, 23 September 1984 yang kini menjabat sebagai Direktur di Margaria Group melanjutkan study di George School in Newton, Pennsylvania.  GelarSarjana, dia mengambil 2 sekaligus, yaitu PhysicsMajor in College of Natural Science dan Economic Major in College of Natural Science, Michigan State University.  Gelar Master juga diraih di kampus yang sama, Michigan State University.

 

Berawal dari penasaran

Keinginan study di Amerika Serikat diawali dari rasa penasaran.  Ketika itu kakak perempuannya, Alfita Ratna Hapsari mendapat kesempatan belajar di Amerika Serikat untuk program pertukaran pelajar.  Dari cerita-cerita menarik yang dibagikan itulah, timbul keinginan untuk bisa merasakan study di luar negeri.

“ Sempat kepikiran juga ambil study di Inggris, tapi di sana lebih mahal, jadi pilih USA,” tutur putra dari mantan Walikota Yogyakarta 2 periode, H. Herry Zudianto dan Hj. Dyah Suminar ini.

 

Untuk memuluskan keinginannya, Arief belajar keras khususnya dalam berkomunikasi bahasa inggris.  Dia mengikuti kursus di salah satu lembaga pendidikan untuk menggembleng tata bahasanya.  “Sebenarnya kemampuan bahasa inggris ketika itu sudah cukup, tapi untuk memantapkan saya ambil kursus.  Waktu itu yang ambil kursus kebanyakan S1 dan S2, hanya aku yang masih SMP, beruntung saya cepat menyesuaikan dan menguasai.”

 

Boarding school

George School dipilih sebagai study lanjutan setingkat SMA di Amerika Serikat dengan berbagai alasan.  Utamanya karena sekolah tersebut menerapkan sistem boarding atau asarama pelajar.  Kondisi ini dianggap cukup aman dan kondusif unruk proses pembelajaran mauoun melatih kedisiplinan oleh kedua orang tuanya.  “Meski lingkungan baru, saya sangat menikmati, bahkan nggak kepikiran perasaan orang tua yang ketika itu sempat khawatir karena berjauhan, ” ungkap suami dari Devi Fransisca sekaligus ayah satu anak ini.

 

Proses adaptasi pembelajaran selama di George School, Arief mengaku tidak mengalami kendala berarti.  Karena pelajar di sana sangat welcome tanpa menjadikan dirinya orang asing.  Para guru juga tidak membedakan mana citizen (warga setempat) dan mana pendatang.  Nilai sekolah yang didapat juga selalu beaing dengan teman yang lain, bahkan dia juga mendapat beasiswa prestasi untuk meneruskan ke jenjang perguruan tinggi.  “Intinya di sana sangat betah dan menikmati kehidupan di sana,” ujarnya.

 

Raih beasiswa

Setelah menempuh pendidikan di George School, Arief memanfaatkan beasiswa yang diraihnya untuk mengambil jurusan fisika terapan di Michigan State University,.  Jurusan fisika terapan diambil karena dia sangat menyukai segala hal yang terkait dengan eksak, seperti logika, hitung-hitungan dan analisis.  “Walaupun sebenarnya saya sadar, setelah lulus nanti saya akan lebih banyak berkecimpung di bidang ekonomi, karena orang tua saya memang pebisnis.” ungkap putra mahkota dari Margaria Group ini.

 

Selain sibuk kuliah, waktu luangnya banyak dimanfaatkan dengan kegiatan membaca.  Ketika liburan dia memilih pergi ke toko buku untuk membeli beberapa bacaan kesukannya.  Hobi lain yang dilakukan secara rutin adalah bermain downhill skiing.  “Beberapa kali aku juga kerja paruh waktu, banyak profesi yang sudah aku jalani mulai dari pelayan cafetaria, barista, tour guide hingga menjadi asisten dosen.” tuturnya.

 

Kerja paruh waktu

Bekerja paruh waktu di Amerika Serikat sangat menguntungkan karena penghasilan yang didapat cukup tinggi.  Lagipula untuk mendapatkan nyakarena pihak kampus nantinya yang akan menginformasikan peluang-peluang side job apa yang bisa diambil.  “Hanya sajabagi mahasiswa pendatang ada batas-batas waktu yang diperbolehkan.  Jadi ketika kontrak sudah selesai, kita akan menunggu kontrak kerja yang lain,” ungkapnya.

 

Mengenai pergaulan selama di Amerika Serikat, Arief mengaku tetap berusaha menjaga diri dan tidak terbawa arus.  Dia mempunyai prinsip “Ojo Dumeh, Ojo Kagetan, Ojo Gumunan”.  Dirinya sadar, hidup di negeri orang mempunyai banyak konsekuensi.  Jika tidak bisa mengendalikan diri sendiri, siapa lagi yang akan mengendalikan.  “ Saya berusaha menjaga kepercayaan orang tua, karena tujuan utama saya disana memang untuk belajar.” ujarnya.

 

Enggan pulang ke Indonesia

Setelah menyelesaikan program sarjana di Michigan State University, keluarganya sempat menawarkan untuk kembali ke Indonesia.  Namun dia kekeuhberada di Amrika Serikat.  Selain merasa betah, dia juga terobsesi meneruskan jenjang S2 disana.  Apalagi dia juga mendapatkan beasiswa prestasi.  “Saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang S2, sayang kalau tidak dimanfaatkan.  Lagipula waktu itu saya cukup betah dna malas untuk pulang.” tuturnya sambil tersenyum lebar.

 

Sambil menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan, sebagai syarat melanjutkan study S2, Arief mencoba melamar pekerjaan di bidang otomotif sesuai dengan ilmu yang diraih.  Beruntung dia diterima sebagai karyawan internship untuk pembuatan onderdil kendaraan.  “Penghasilannya cukup besar, tapi karena niatnya untuk melanjutkan study, jadi ya tidak lama.  hanya enam bulan kerja setelah itu keluar.” ungkapnya.

 

Belajar bisnis

Selama 2,5 tahun dia menyelesaikan studi masternya di Michigan State University.  Tapi di sela-sela waktu, terutama saat summer dia menyempatkan pulang ke Yogyakarta untuk belajar menerapkan keilmuannya khususnya di bisnis yang digeluti orang tuanya.  “Ilmu yang saya dapat selama belajar di Amerika Serikat sedikit demi sedikit saya aplikasikan di bisnis keluarga kami baik dalam hal pengembangan maupun efisiensi.”

 

Setelah berhasil menyelesaikan studi S2, dia dihadapkan pada 2 pilihan, tetap bertahan di Amerika Serikatdan mencari pekerjaan di sana atau kembali ke Indonesia untuk berbisnis di perusahaan keluarganya, Margaria Group.  Dengan berbagai pertimbangan, diapun memutuskan untuk kembali ke Indonesia.  “Karena bagaimanapun disini adlaha tanah kelahiran, saya mempunyai tanggung jawab untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat di tanah air.” ulasnya.


Ekspansi usaha

Keterlibatan Arief di Margaria Group cukup terasa, banyak perubahan yang dilakukan baik dalam hal tata kelola manajemen maupunpengembangan sayap bisnis.  Unit-unit usaha terus berekspansi ke sejumlah daerah seperti Karita Muslim Square, Annisa Citra Islami dan Khasanah Muslim Al Fath.  Margaria batik pun juga melebarkan sayap hingga Pekanbaru Sumatera dan Balikpapan Kalimantan.  Arief juga tengah mengembangkan bisnis Bimbingan Belajar “master” dan unit-unit bisnis baru yang lain seperti pendidikan anak usia dini hingga penyedia perlengkapan ibu dan anak.  “Pendidikan menjadi target pengembangan usaha kami, selain karena keinginan turut serta dalam mencerdaskan generasi bangsa, kami pikir peluang usaha nya pun masih sangat besar.” tutupnya.

See Also

Tips Memilih Warna Hijab Dengan Pakaian  Mengenakan hijab dengan tampilan warna serasi pada pakaian
Tips Memilih Warna Hijab Dengan Pakaian Mengenakan hijab dengan tampilan warna serasi pada pakaian
Tips Merawat Jilbab yang Wajib Anda Praktekkan
Tips Merawat Jilbab yang Wajib Anda Praktekkan
Tips Memilih Jilbab
Tips Memilih Jilbab
Berhijab di pantai saat liburan
Berhijab di pantai saat liburan